Bersamamu



Mungkinkah ini cuma perasaanku saja, apakah benar aku berfikir kamu telah bosan, jenuh, atau tak ingin melihatku lagi? Yah, memang banyak yang telah kita lalui bersama sekitar 4 bulanan ini. Seperti diriku beranggapan bahwa kita itu seperti burung Love Bird yang terbang bersama, berkicau bersama dan menikmati hidup bersama.
                Tapi, apakah itu semua sepertinya membuatmu bosan dengan diriku yang menginginkan dirimu selalu hadir dalam tiap langkahku? Yah hanya tuhan-lah yang maha tau apa yang ada dalam pikiranmu. Masih ingatkah dirimu waktu kita masih seperti hamster yang terus berputar pada roda mainannya yang tak tau kapan dia harus berhenti? Atau kah kau masih ingat disaat kita saling seolah tidak mengenal satu sama lain? Betul, itu terjadi pada saat kau dan aku belum mengenal “kita” seperti sekarang.
                Bukannya aku memaksamu untuk selalu ada disampingku, aku hanya mencoba untuk tidak terlalu  mengganggu hidupmu dan keseharianmu yang pernuh warna itu, bukan aku yang menghidarimu itu yang membuatmu murung. Tetapi aku hanya mencoba tidak membuatmu terlalu memikirkan diriku ini. Mungkin aku ini hanyalah sebuah parasit yang terus menempel padamu dan akan membuatmu mati perlahan karena sifatku itu. Tapi sadarkah kau manisku, bukan hanya tanggal 28 itu saja yang selalu  kau sebutkan membuatku tersenyum lebar, bukan hanya kata “idiot” yang kau katakan padaku yang membuatku merasa sok keren, ataukah kau yang memukul jidatku dengan keras yang membuat dirimu tersenyum saat melakukannya. Aku sangat sangat dan sangat menyukai semua hal dari detik, hari, dan bulan yang kita lalui bersama.
                Seperti katamu ‘ikuti saja alurnya’, membuatku terus berfikir terntang apa yang akan terjadi kedepannya nanti. Sebelum kau bosan dan ingin meninggalkanku, akan kuucapkan sekali, bukan tetapi berkali-kali bahwa Fahri orang yang kau anggap sok keren ini memang sangat menyayangimu Nihad idiot, cukupmi kalo adaki didekatku, ndak mintaja’ yang lain lagi karna kita memangji yang kumaui.
                Hoii manisku, tidak akan kupaksaki untuk selalu ada didekatku, sudah cukupmi semua. Jika tiba waktunya mau meki’ dirasa udahan tidak apa-apaji tapi yang penting kita langsung ucapkan didepanku, ndak boleh ada yang ditutupi apalagi tentang perasaan. Walaupun disetiap pertemuaan pasti ada perpisahan, dan kalu perpisahan itu memang harus terjadi. Ndak mungkin kulupakan semua yang telah terjadi sejak awal ku mengenal dirimu.
                Untukmu orang yang selalu melintasi pikiranku dan membuat lekungan dibibirku terasa manis. Terima kasih semuanya yang telah kita lalui. Sampai sekarang masih kusayang 28ku dan Idiotku, ndak akan kulepaskan semuanya walaupun itu memang harus terjadi. Memang itu dalam suatu hubungan ada saling marahan, ada canda, ada yang saling tidak yakin, tapi kalo itu semua sama Nihad aku mau :)

0 komentar: