Test

1


happines?

Jika itu bisa membuatmu bahagia, akan kulakukan apapun untuk mewujudkan itu. Walaupun, aku harus mengorbankan segalanya demi itu. Because of you.


"You is the reason I want to wake up in the morning and embrace the day"

Serius?


 
               Pernahkah kau mendengar kata ‘Cinta Sejati’? yah mungkin itulah yang saat ini terjadi padaku. Tapi cerita ini mungkin berbeda dengan yang kau pikirkan saat ini juga, ini hanya cerita Cinta biasa yang  terjadi di masa remaja seseorang yang sedang mencari apa itu ‘Cinta Sejati’..
                Awal ku mengenalmu dan mulai menyukai paras senyummu yang selalu membuatku merasa tertembak ribuan senapan itu pada saat melihatmu memakai seragam olahraga sekolah dan berlari keliling lapangan dengan teman sekelasmu, dan saat itu diriku yang sedang dalam jam kosong diam-diam memandangmu dari kejauhan seraya mencuri perhatianmu. Saat itu juga kau menyadari hadirku dari kejauhan dan memberiku senyuman yang seketika membuatku terdiam melihatnya. Kemudian secara tergagap aku membalas senyummu yang manis itu dengan penuh kebahagian, yah itulah yang kau rasakan ketika mendapatkan hadiah terbesar dalam masa remajamu dari seorang gadi yang diam-diam kau sukai.
                Setelah hari itu aku mulai memasuki duniamu mulai dari facebook, twitter, dan bm-pun aku mulai mengenalmu lebih dalam. Tetapi, sesuatu membuatku kecewa setelah mendengar kau tlah dimiliki oleh seorang lelaki yang tlah lama mengenalmu dariku. Itu membuatku merasa ditusuk-tusuk dengan pisau dari berbagai arah sehingga membuatku mati secara perlahan.
                Namun, hari itu-pun tiba ketika lelaki itu mulai mengabaikanmu dan membiarkanmu sendiri dalam hubungan itu dan mengatakan ‘putus’ kepadamu. Kau mulai membiarkanku mendengar semua curhatanmu dan membicarakan semua kenanganmu bersamanya yang belum bisa kau terima bahwa lelaki itu pergi dengan sejuta kenangan. Dan, tiba-tiba tanpa kusadari mulutku berkata ‘buat apa kau melihat masa lalu ketika ada aku sebagai masa depanmu’. Aku mulai mengusap air matamu itu dan membuatmu bersandar di bahuku sambil melihat matamu yang masih berkaca-kaca dengan kejadian itu.
                Setelah hari itu aku melihatmu kembali kekeseharianmu dengan penuh semangat dengan senyumanmu yang tidak biasa lagi dimataku, dan ketika jam pulang sekolah tiba kau memanggilku untuk bicara empat mata. Melihat sms-mu itu aku segera mungkin melangkah menuju tempat yang kau inginkan, setibanya ditempat itu tepatnya di danau dekat sekolah aku melihat seorang gadis dengan rambut sebahu yang lurus berdiri dipinggir danau itu. Aku mulai kesana dan ternyata itu kau, aku pun mulai memecah suasana dengan bertanya ‘mengapa kau memanggilku kesini?’ lalu kau menjawab ‘apa maksudmu kemarin ketika mengatakan kau adalah masa depanku?’. Mendengar itu aku mulai berpikir dan berpikir apa yang harus kulakukan sekarang. Kemudian aku berkata ‘sebagai temanmu aku ada untuk menghiburmu, hanya itu’, dan dia kembali bertanya padaku ‘hanya itu?’. Aku tersenyum dan berkata ‘mana mungkin aku mau melihatmu menangis dan senyumanmu itu hilang dari depan mataku cantik’, mendengar itu dia pun tersenyum seraya menatap mataku dalam-dalam..
*cerita ini (mungkin) bukan aku dan (mungkin) juga kamu atau dia.



Someone

just one..
only one..
and always one.

it's you Nihad Mahmud :)

And..

Aku salah..


Ternyata, ketika kamu sangat-sangat menyukai seorang gadis
dan ketika ada seseorang..

yang benar-benar menyayangi dan mencintainya dengan tulus..

maka kamu akan benar-benar dari hati yang paling dalam
mendoakan dia..


Bahagia Selamanya.

Bersamamu



Mungkinkah ini cuma perasaanku saja, apakah benar aku berfikir kamu telah bosan, jenuh, atau tak ingin melihatku lagi? Yah, memang banyak yang telah kita lalui bersama sekitar 4 bulanan ini. Seperti diriku beranggapan bahwa kita itu seperti burung Love Bird yang terbang bersama, berkicau bersama dan menikmati hidup bersama.
                Tapi, apakah itu semua sepertinya membuatmu bosan dengan diriku yang menginginkan dirimu selalu hadir dalam tiap langkahku? Yah hanya tuhan-lah yang maha tau apa yang ada dalam pikiranmu. Masih ingatkah dirimu waktu kita masih seperti hamster yang terus berputar pada roda mainannya yang tak tau kapan dia harus berhenti? Atau kah kau masih ingat disaat kita saling seolah tidak mengenal satu sama lain? Betul, itu terjadi pada saat kau dan aku belum mengenal “kita” seperti sekarang.
                Bukannya aku memaksamu untuk selalu ada disampingku, aku hanya mencoba untuk tidak terlalu  mengganggu hidupmu dan keseharianmu yang pernuh warna itu, bukan aku yang menghidarimu itu yang membuatmu murung. Tetapi aku hanya mencoba tidak membuatmu terlalu memikirkan diriku ini. Mungkin aku ini hanyalah sebuah parasit yang terus menempel padamu dan akan membuatmu mati perlahan karena sifatku itu. Tapi sadarkah kau manisku, bukan hanya tanggal 28 itu saja yang selalu  kau sebutkan membuatku tersenyum lebar, bukan hanya kata “idiot” yang kau katakan padaku yang membuatku merasa sok keren, ataukah kau yang memukul jidatku dengan keras yang membuat dirimu tersenyum saat melakukannya. Aku sangat sangat dan sangat menyukai semua hal dari detik, hari, dan bulan yang kita lalui bersama.
                Seperti katamu ‘ikuti saja alurnya’, membuatku terus berfikir terntang apa yang akan terjadi kedepannya nanti. Sebelum kau bosan dan ingin meninggalkanku, akan kuucapkan sekali, bukan tetapi berkali-kali bahwa Fahri orang yang kau anggap sok keren ini memang sangat menyayangimu Nihad idiot, cukupmi kalo adaki didekatku, ndak mintaja’ yang lain lagi karna kita memangji yang kumaui.
                Hoii manisku, tidak akan kupaksaki untuk selalu ada didekatku, sudah cukupmi semua. Jika tiba waktunya mau meki’ dirasa udahan tidak apa-apaji tapi yang penting kita langsung ucapkan didepanku, ndak boleh ada yang ditutupi apalagi tentang perasaan. Walaupun disetiap pertemuaan pasti ada perpisahan, dan kalu perpisahan itu memang harus terjadi. Ndak mungkin kulupakan semua yang telah terjadi sejak awal ku mengenal dirimu.
                Untukmu orang yang selalu melintasi pikiranku dan membuat lekungan dibibirku terasa manis. Terima kasih semuanya yang telah kita lalui. Sampai sekarang masih kusayang 28ku dan Idiotku, ndak akan kulepaskan semuanya walaupun itu memang harus terjadi. Memang itu dalam suatu hubungan ada saling marahan, ada canda, ada yang saling tidak yakin, tapi kalo itu semua sama Nihad aku mau :)