Pernahkah
kau mendengar kata ‘Cinta Sejati’? yah mungkin itulah yang saat ini terjadi
padaku. Tapi cerita ini mungkin berbeda dengan yang kau pikirkan saat ini juga,
ini hanya cerita Cinta biasa yang
terjadi di masa remaja seseorang yang sedang mencari apa itu ‘Cinta
Sejati’..
Awal
ku mengenalmu dan mulai menyukai paras senyummu yang selalu membuatku merasa
tertembak ribuan senapan itu pada saat melihatmu memakai seragam olahraga
sekolah dan berlari keliling lapangan dengan teman sekelasmu, dan saat itu
diriku yang sedang dalam jam kosong diam-diam memandangmu dari kejauhan seraya
mencuri perhatianmu. Saat itu juga kau menyadari hadirku dari kejauhan dan
memberiku senyuman yang seketika membuatku terdiam melihatnya. Kemudian secara
tergagap aku membalas senyummu yang manis itu dengan penuh kebahagian, yah
itulah yang kau rasakan ketika mendapatkan hadiah terbesar dalam masa remajamu
dari seorang gadi yang diam-diam kau sukai.
Setelah
hari itu aku mulai memasuki duniamu mulai dari facebook, twitter, dan bm-pun
aku mulai mengenalmu lebih dalam. Tetapi, sesuatu membuatku kecewa setelah
mendengar kau tlah dimiliki oleh seorang lelaki yang tlah lama mengenalmu
dariku. Itu membuatku merasa ditusuk-tusuk dengan pisau dari berbagai arah
sehingga membuatku mati secara perlahan.
Namun,
hari itu-pun tiba ketika lelaki itu mulai mengabaikanmu dan membiarkanmu
sendiri dalam hubungan itu dan mengatakan ‘putus’
kepadamu. Kau mulai membiarkanku mendengar semua curhatanmu dan
membicarakan semua kenanganmu bersamanya yang belum bisa kau terima bahwa
lelaki itu pergi dengan sejuta kenangan. Dan, tiba-tiba tanpa kusadari mulutku
berkata ‘buat apa kau melihat masa lalu
ketika ada aku sebagai masa depanmu’. Aku mulai mengusap air matamu itu dan
membuatmu bersandar di bahuku sambil melihat matamu yang masih berkaca-kaca
dengan kejadian itu.
Setelah
hari itu aku melihatmu kembali kekeseharianmu dengan penuh semangat dengan
senyumanmu yang tidak biasa lagi dimataku, dan ketika jam pulang sekolah tiba
kau memanggilku untuk bicara empat mata. Melihat sms-mu itu aku segera mungkin
melangkah menuju tempat yang kau inginkan, setibanya ditempat itu tepatnya di
danau dekat sekolah aku melihat seorang gadis dengan rambut sebahu yang lurus
berdiri dipinggir danau itu. Aku mulai kesana dan ternyata itu kau, aku pun
mulai memecah suasana dengan bertanya ‘mengapa kau memanggilku kesini?’ lalu
kau menjawab ‘apa maksudmu kemarin ketika mengatakan kau adalah masa depanku?’.
Mendengar itu aku mulai berpikir dan berpikir apa yang harus kulakukan
sekarang. Kemudian aku berkata ‘sebagai temanmu aku ada untuk menghiburmu,
hanya itu’, dan dia kembali bertanya padaku ‘hanya itu?’. Aku tersenyum dan
berkata ‘mana mungkin aku mau melihatmu menangis dan senyumanmu itu hilang dari
depan mataku cantik’, mendengar itu dia pun tersenyum seraya menatap mataku
dalam-dalam..
*cerita ini (mungkin) bukan aku dan
(mungkin) juga kamu atau dia.
0 komentar: